Kasih yang baru dalam Tuhan belajar mengampuni
Jujur adalah hal yang baik; semuanya akan terbuka dan jelas. Itulah yang dilakukan Yusuf. Akhirnya Yusuf tidak bisa membendung lagi perasaannya. Ia mengakui jatidirinya, menenangkan saudarasaudaranya. Kejadian 45:5-7, 15 (TB) Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu. Karena telah dua tahun ada kelaparan dalam negeri ini dan selama lima tahun lagi orang tidak akan membajak atau menuai. Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong. Yusuf mencium semua saudaranya itu dengan mesra dan ia menangis sambil memeluk mereka.
Sesudah itu barulah saudara-saudaranya bercakap-cakap dengan dia. Yusuf melihat penderitaan yang ia alami bukan sebagai alasan untuk mencelakai saudaranya namun belajar untuk melihat:
Tuhanlah yang melakukan ini demi kebaikan. Kesimpulan yang sama juga dinyatakan oleh pemazmur;
Mazmur 37:39-40 (TB) Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan
mereka pada waktu kesesakan; TUHAN menolong mereka dan meluputkan mereka, Ia meluputkan mereka
dari tangan orang-orang fasik dan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.
Tuhanlah yang melindungi bahkan menjadikan Yusuf sebagai penolong bagi saudaranya. Tuhan Yesus
memberi nasehat tentang mengasihi musuh sekalipun mereka merancangkan apa yang jahat. Lukas 6:27-
28, 35-36 (TB) "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu;
berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada
mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan
menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima
kasih dan terhadap orang-orang jahat.
Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."Hidup orang beriman hanya
diarahkan kepada Tuhan, dan tidak melakukan pembalasan namun melakukan kasih dalam hidup mereka.
Karena itu orang beriman diajak untuk menghayati kebangkitannya. 1 Korintus 15:50-52 (TB) Saudara saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian
dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.
Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita
semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan
berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.
Hiduplah sebagai manusia baru yang sudah diubah oleh karya kasih Kristus dalam kematian dan
kebangkitan-Nya