Minggu, 02 Februari 2025

Ajarku Mengenal-Mu

 Ajarku Mengenal-Mu


Tuhan mencipta, mengenal, menguduskan, mengutus, menyertai, dan menguatkan manusia. Dia mengenal kita luar-dalam, sebelum lahir, selama hidup, dan setelah mati. Tak ada yang misteri dalam diri kita untuk Tuhan. Namun, Dia tetap misteri bagi kita. Kita diciptakan untuk diutus oleh Tuhan dengan tugas khusus. Yang diutus disertai oleh Tuhan, sehingga ia tidak gentar. Yeremia dalam bacaan pertama diutus sebagai nabi (Yer. 1:4-5.17-19). Tugas nabi adalah menyampaikan firman Tuhan yang benar, baik, indah sekaligus mengritik yang salah, buruk, dan jelek. Di sini, sering seorang nabi tidak diterima dan dilawan. Itulah yang dialami oleh Yeremia.

Hal serupa terjadi juga pada Yesus seperti dikisahkan Injil hari ini (Luk 4:21-30). Yesus ditolak di Nazaret, kampung asal–Nya sendiri. Para nabi, kata Yesus, tidak ada yang dihormati di tanah kelahirannya sendiri. Untuk bertahan dalam penolakan, senjata utama yang jadi napas perutusan seorang nabi adalah iman, harapan, dan kasih. Namun, yang paling besar adalah kasih.  Demikian menurut Santu Paulus dalam bacaan kedua hari ini (1Kor. 12:31-13:13). Paulus menggambarkan ciri kasih: tidak cari untung bagi diri, tidak marah, tidak dendam, tidak senang dengan kekerasan dan penderitaan orang lain. Dengan dan dalam kasih, perutusan seorang nabi selalu bersifat universal: untuk semua orang. Menurut Paulus, segala sesuatu akan terbatas, berakhir dan hilang lenyap, tetapi kasih selalu abadi.

Tuhan, selimutilah kami dengan kasih agar kami menjadi saluran berkat–Mu. Amin.


 
KLIK TOMBOL HIJAU INI UNTUK BERTANYA KONSULTASI DENGAN PENDETA GKJ BANGSA VIA WHATSAPP - 085228765288
wa