Minggu, 01 November 2026

Menguasai Diri dalam Kerendahan Hati dan Melayani

  

Menguasai Diri dalam Kerendahan Hati dan Melayani


Yesus selalu menunjukkan kesatuan antara kata dan perbuatan-Nya. Kasih Bapa yang diajarkan-Nya bukan hanya sekedar manis di mulut. Ia mewujudkan dalam tindakan terhadap mereka yang disingkirkan. Saat Ia mengajar tentang pengampunan, Ia juga memberikan pengampunan kepada mereka yang menganiaya-Nya. Pengajaran-Nya sejalan dengan tindakan-Nya. Utuh dan menyatu. Sangat berbeda dengan Ahli Taurat dan orang Farisi yang selalu menunjukkan kesalehan, namun hanya dalam ritual ibadah untuk mendapatkan pujian. Mereka mengajarkan berbagai hukum Taurat, namun mereka sendiri tidak melakukannya. Mereka tidak dapat menunjukkan keteladanan yang utuh dan menyatu antara kata dan perbuatan.

Selarasnya kata dan perbuatan merupakan panggilan hidup kita selaku umat Tuhan. Tidak ada seorang pun yang dikecualikan dari panggilan ini. Memiliki integritas, yakni selarasnya kata dan perbuatan merupakan hal yang sangat prinsipial, mendasar dan sangat penting dalam kehidupan kita selaku umat Tuhan. Selarasnya kata dan perbuatan akan memunculkan sikap jujur dan tulus. Tidak ada kepalsuan dalam diri, dan karena itu, siapa pun kita akan dapat dipercaya dan menjadi teladan dalam segala hal. Integritas diri inilah yang sewajarnya dimiliki oleh kita selaku umat Tuhan. 

Yesus mengkritik mereka yang tidak melakukan apa yang diajarkan. Itulah kemunafikan. Apa yang ditampilkan dalam diri ahli Taurat seperti tali sembahyang dengan jumbai yang panjang, duduk di tempat terhormat, disebut “rabi” semua itu hanyalah pencitraan.  Barangkali, kita perlu memeriksa kehidupan iman masing-masing. Apakah selama ini kita menjalani demi pencitraan yang menjebak kita ke dalam kemunafikan? Datang rajin ke gereja karena kerinduan karena Tuhan atau terpaksa karena tugas pelayanan? Kita sungguh melayani sebagai persembahan diri bagi Tuhan atau  mencari pengakuan di mata orang? Kita perlu sungguh memeriksa diri agar tidak menjadi “ahli-ahli taurat” yang munafik. Tuhan menginginkan kita hidup dalam integritas yang utuh. Iman yang kita percayai terwujud tulus dalam kehidupan sehari-hari, tanpa pencitraan melainkan kejujuran.


 
KLIK TOMBOL HIJAU INI UNTUK BERTANYA KONSULTASI DENGAN PENDETA GKJ BANGSA VIA WHATSAPP - 085228765288
wa