Mengakarkan Sabda, Membuahkan Kasih
Hari ini kita merayakan Perjamuan Kudus Sedunia sekaligus memasuki Bulan Keluarga. Kedua peristiwa ini mengingatkan kita bahwa sebagai umat percaya, kita adalah satu keluarga di dalam Kristus. Karena itu, kita dipanggil untuk saling menopang, menguatkan, dan menjaga iman satu sama lain.
Dalam Matius 21:33-46, Tuhan Yesus menyampaikan perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur. Pemilik kebun mempercayakan kebunnya kepada para penggarap. Namun, ketika tiba waktunya untuk memberikan hasil, para penggarap justru menolak, bahkan membunuh para utusan dan anak pemilik kebun. Mereka lupa bahwa kebun itu bukan milik mereka. Perumpamaan ini mengingatkan kita bahwa segala sesuatu yang kita miliki sesungguhnya adalah kepercayaan dari Tuhan. Kita adalah pengelola, bukan pemilik mutlak. Demikian juga dengan keluarga, pekerjaan, waktu, harta, bahkan teknologi yang kita gunakan.
Teknologi memberikan banyak kemudahan, tetapi juga dapat mengambil perhatian kita dari Tuhan dan dari orang-orang yang ada di sekitar kita. Gadget dapat mendekatkan yang jauh, tetapi ironisnya juga dapat menjauhkan orang-orang yang sedang duduk bersama dalam satu rumah. Kalau tidak digunakan dengan bijaksana, teknologi dapat menjadi “tuan” baru yang menguasai hidup kita. Karena itu, persoalannya bukan apakah kita harus menolak teknologi, melainkan apakah kita masih mampu menempatkan teknologi pada tempat yang semestinya. Jangan sampai apa yang Tuhan percayakan kepada kita justru menguasai hidup kita dan menjauhkan kita dari Tuhan serta keluarga. Melalui Perjamuan Kudus dan Bulan Keluarga ini, marilah kita kembali mengingat bahwa kita adalah bagian dari keluarga Allah. Mari menggunakan setiap hal yang Tuhan percayakan kepada kita untuk menghasilkan buah bagi-Nya: menjaga iman, membangun keluarga, dan menjadi berkat bagi sesama.


