Pintu Bagi Domba-Domba
Di Minggu Paskah ke-4, umat diajak untuk melihat bahwa Yesus hidup seturut kehendak Bapa-Nya. Dia punya tugas mulia di dalam misi penyelamatan bagi dunia. Segala karya pelayanan-Nya di dunia dan kebangkitan-Nya adalah bagian dari karya Allah.
Namun, Allah tahu betul bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam banyak hal, termasuk memahami secara utuh karya keselamatan yang Ia nyatakan. Memang dalam keterbatasannya, manusia tidak dapat menyelami seluruh karya-Nya. Untuk itulah Allah turun ke dalam dunia, menjadi sama dengan manusia. Supaya manusia dalam segala keterbatasannya mengerti apa yang Allah mau nyatakan. Semunya semata-mata karena kasih-Nya yang besar pada seluruh ciptaan-Nya.
Dalam rupa sebagai manusia. Yesus sangat terjangkau. Dia hadir berjumpa dengan umat, menghidupi kehidupan bersama umat, dan hadir lewat hal-hal sederhana, menyatakan mukjizat yang semata-mata membuat orang takjub pada kuasa Allah, dan mengajar dengan perumpamaan-perumpamaan juga kisah sehari-hari. Dalam bacaan kali ini. Yesus mengajar dengan sebuah gambaran tentang kehidupan seorang gembala dan kawanan domba peliharaannya. Yesus menyatakan diri-Nya dengan pernyataan “Akulah…”, itu serupa dengan pernyataan Tuhan atas namanya sendiri yaitu ketika Tuhan berkata kepada Musa dan kepada umat-Nya bahwa “Aku adalah Aku” Atau pada beberapa bagian lain ada pernyataan “Akulah Dia”, Akulah TUHAN”.
Dalam perikop ini. Yesus memakai pernyataan “Akulah Pintu”. Kata “Pintu” dipilih Yesus dalam perumpamaannya karena pintu mempunyai fungsi untuk masuk dan keluar. Dari pernyataan “Akulah Pintu”, umat diajak terus menyakini bahwa untuk masuk menjadi domba-Nya, menerima keamanan serta jaminan keselamatan hanyalah melalui Yesus. Sebagai pintu, Yesus adalah pelindung dan penyedia bagi domba. Ketika umat masuk dalam pintu umat aman dalam perlindungan-Nya. Yesus adalah pintu masuk supaya umat selamat dan akses masuk satu-satunya untuk memasuki kerajaan Allah.


