Memberitakan Injil dengan Kekuatan Allah
Setiap orang yang hidup membutuhkan pengharapan.Dengan pengharapan itu maka orang mempunyai kemauan untuk berjuang. Pengharapan yang lama dinantikan sudah datang ke dunia (Yoh. 1:14), kehadiran-Nya melenyapkan kegelapan dunia (band. Yes. 9 : 1). Kematian Yohanes pembaptis tidak menghentikan pernyataan kasih Allah. Justru dengan kematian Yohanes pembaptis, Tuhan Yesus tampil di Galilea. Matius 4:17 (TB) Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat! "Warta sukacita itu terus dinyatakan kepada dunia. Itulah juga yang diingatkan Paulus kepada jemaat di Korintus; supaya mereka jangan terpecah belah. 1 Korintus 1:10 (TB) Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. Sehati sepikir. Karena pengharapan orang beriman ada dalam Tuhan, dan hidup orang beriman hanyalah untuk memuliakan Tuhan. Nyatakanlah pengharapan Tuhan dalam hidup kita supaya orang melihat, mendengar dan merasakan:
Orang hanya bisa membagikan sesuatu jika dia memiliki. Jika dia tidak memiliki tentu saja tidak dapat membagikan pada orang lain. Demikian juga orang percaya yang hendak memberitakan Injil. Memberitakan Injil berarti membagikan keselamatan dari Allah, dengan demikian si pemberita Injil seharusnya sudah mengalami karya keselamatan Allah dalam hidupnya. Karya keselamatan itulah yang memberikan kekuatan dalam membagikan berita Injil pada sesama.
Dalam kehidupan orang Kristen, acap kali terjadi bahwa seseorang yang selalu pergi ke gereja dan punya KTP Kristen merasa sudah cukup dalam menjalankan perannya sebagai orang percaya. Pada kenyataannya, Yesus menginginkan lebih dari setiap orang percaya. Yesus menginginkan setiap orang percaya menjadi muridnya, menjadi pribadi yang sungguh merasakan karya keselamatan Allah dalam hidupnya dan memiliki hati untuk memberitakan karya keselamatan itu kepada sesama. Oleh karena itu, menjadi penting bagi gereja untuk terus membawa umat mengalami karya keselamatan Allah dalam hidup mereka. Selanjutnya, membawa umat merasakan bahwa karya Tuhan itulah yang menjadi kekuatan dalam hidupnya dan kemudian membagikan kepada sesamanya.
Kerinduan memberitakan Injil akan terus terbentuk manakala dari waktu ke waktu karya keselamatan Allah itu terus dirasakan, memampukan setiap umat menghadapi berbagai tantangan kehidupan, tidak mudah digoyahkan oleh berbagai hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Pengalaman diberkati dalam hidup menjadi dorongan yang kuat untuk membawa orang lain juga merasakannya. Memberitakan Injil menjadi bagian dari setiap tindakannya sepanjang hidup.


