Minggu, 28 Desember 2025

Maha Karya Terbesar di dunia

 Maha Karya Terbesar di  dunia 


Kita tentu mengingat bagaimana peran vaksin menyelamatkan nyawa seseorang pada masa pandemi Covid-19. Ugur Sahin dan Ozlem Tureci adalah pasangan suami istri penemu vaksin Pfizer. Prof. Sahin dan istrinya Dr. Tureci berasal dari keluarga imigran Turki yang bermigrasi ke Jerman. Sahin adalah CEO perusahaan farmasi BioNTech. Pembuatan vaksin Pfizer dimulai pada Januari 2020, ketika profesor Sahin membaca jurnal ilmiah tentang merebaknya virus Corona baru (Covid-19) di Wuhan, China. Prof Sahin pun langsung membuat tim yang terdiri dari 500 orang untuk melakukan penelitian dan percobaan untuk dapat mengalahkan virus Covid-19 yang mematikan tersebut. Setelah diteliti ternyata obat mRNA anti kanker bisa menjadi basis vaksin Corona. Setelah melalui hasil uji coba vaksin Pfizer menunjukkan bahwa vaksin Pfizer dapat memicu tubuh menghasilkan antibodi melawan Covid-19 dengan efektivitas 90%. Tahun 2021 vaksin Pfizer diproduksi massal dan mampu menyelamatkan banyak manusia.

Vaksin Pfizer adalah salah satu mahakarya besar yang membawa manfaat bagi kehidupan manusia di masa krisis kemanusiaan (pandemi). Kita menyadari karya-karya besar yang diciptakan oleh manusia memerlukan proses yang panjang. Seseorang yang menciptakan karya besar tentu telah berulang kali gagal dalam eksperimennya. Perjuangan diri yang ditempa oleh masalah dan kegagalan membawa pada pengakuan bahwa di balik karya besar yang diakui kebermanfaatannya bagi kehidupan manusia, pasti ada pengorbanan, perjuangan, komitmen, kesetiaan seseorang menjalani panggilannya (passion).

Pada bacaan kita, Yesaya 63:7-9 kita bisa melihat bagaimana rencana keselamatan Allah kepada bangsa Israel tetap dinyatakan meskipun bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk. Allah memberikan penegasan bahwa Ia tetap mengasihi dan menyelamatkan bangsa Israel dan umat manusia yang taat dan setia kepada Allah. Artinya Allah memiliki komitmen besar untuk menyelamatkan umat-Nya dari cengkraman dosa yang mengakibatkan kematian. Allah hadir sendiri di dunia menyelamatkan manusia (Ay. 9). Berdasarkan firman Tuhan tersebut, kita bisa memahami bagaimana hakikat Allah yang adalah kasih, Allah yang senantiasa setia pada janji-Nya. Oleh sebab itu, hendaknya kita juga senantiasa memegang teguh iman kita, tidak meragukan kasih dan kepedulian Allah. Mengapa? Karena nyatanya Allah tidak hanya berfirman melalui nubuatan para nabi, tetapi Ia juga menggenapi nubuatan para nabi yang menjadi utusan-Nya. Ia hadir di dunia, firman-Nya menjelma sebagai bayi natal di dalam diri Yesus.

Penggenapan kasih Allah nyata dalam misi penyelamatan manusia berdosa, bisa kita lihat jelas pada Matius 2:13-23. Kelahiran Yesus yang membawa misi penyelamatan Allah, nyatanya menemui tantangan. Namun, Allah kembali hadir melalui penyertaan dan penyelamatan keluarga Yusuf yang sedang membutuhkan pertolongan karena ancaman pembunuhan bayi Yesus. Sekali lagi, Allah tidak pernah membiarkan rencana-Nya digagalkan oleh manusia bahkan manusia yang memiliki kekuasaan hebat sekalipun. Yesus yang lahir di dunia terus bertumbuh menjadi anak-remaja dan sampai dewasa untuk menggenapi rencana Allah, yaitu menyelamatkan manusia. Inilah karya Allah yang bisa kita rasakan dan kita pahami saat ini sebagai umat-Nya dalam suasana Natal.

Saat ini, kita berbahagia karena kasih Allah nyata dalam kelahiran Yesus. Akan tetapi dalam suasana ibadah dan perayaan natal kita, di sekitar kita, di dalam kehidupan keluarga, maupun gereja kita, kita sadar masih ada tantangan, ujian, dan cobaan. Ujian dan tantangan itu wujudnya bermacam-macam, bisa berupa bencana alam, kemiskinan, sakit penyakit, konflik-pertengkaran, ancaman keamanan atau perang, dlsb. Menghadapi situasi seperti ini, bagaimanakah sikap kita? Apakah kita akan takut dan menyerah? Atau kita akan berserah kepada Tuhan, sambil terus berusaha sembari kita juga membuat diri kita peka, bahwa Tuhan sedang menyiapkan karya-Nya sebagai solusi atas semua ujian dan tantangan itu. Ia pasti hadir, menolong kita.

Sebagai orang Kristen kita percaya bahwa Allah setia dan tidak akan pernah meninggalkan kita. Allah telah merendahkan diri-Nya dan meninggalkan kemuliaan-Nya di surga untuk menyelamatkan manusia di dunia. Bahkan manusia berdosa yang mau datang kepada-Nya disebutnya sebagai anak dan saudara-Nya. Allah melalui Yesus, rela menderita dan mati karena rencana keselamatan manusia harus digenapi. Itulah yang kemudian, Natal menjadi awal mula yang penting dalam rencana besar akan keselamatan manusia itu. Yesus yang menggenapi rencana Allah ini patut untuk senantiasa dielu-elukan dan dimuliakan.

Marilah dalam suasana Natal ini, kita senantiasa terus merasakan karya Tuhan yang menyelamatkan manusia. Kita harus menyadari dan siap dipakai Allah untuk menggenapi rencana dan karya agung-Nya. Sebagaimana para penemu vaksin yang dipakai Allah untuk menyelamatkan manusia, maka kita pun dipanggil untuk menjadi berkat, bahkan menyelamatkan orang-orang melalui hal-hal yang mungkin kecil dan sepele, namun sangat bermanfaat membangun hidup seseorang. Kiranya kelahiran Tuhan Yesus dan sukacita natal ini memampukan kita untuk meneruskan karya besar Allah kepada dunia. Kiranya Roh Kudus menyertai dan memampukan kita. Amin.




 
KLIK TOMBOL HIJAU INI UNTUK BERTANYA KONSULTASI DENGAN PENDETA GKJ BANGSA VIA WHATSAPP - 085228765288
wa